Yayasan Sayap Ibu Jogja

Yayasan ini terletak di Jl. Rajawali No 3 Pringwulung Condongcatur Depok Sleman. Ketua Yayasannya adalah seorang perempuan kharismatik bernama Ibu Sri Astiwi. Lokasinya tidak jauh dari Selokan Mataram. Setiap hari, pagi dan sore, banyak sekali pengunjung yang datang ke sana. Mereka semua ingin melihat dan menimang bayi-bayi lucu yang dirawat di sana. Tetapi tidak semuanya tahu ada apa saja di sana.

Selain ada adik-adik bayi lucu, di sana ada adik-adik balita yang di rawat di sana, karena memang tempat ini merupakan panti perawatan balita terlantar. Tempat ini dinamakan Panti I. Di sana adik-adik bayi dan balita ini diasuh oleh para pengasuh yang tinggal di sana dan dibina oleh seorang Kepala Panti bernama Ibu Jumari. Adik-adik balita ini bersekolah di TK Tumus Asih yang terletak di sebelah panti dan masih dalam naungan Yayasan Sayap Ibu. Walaupun kelihatan seperti TK biasa, sekolah ini pernah menjadi Juara I Drumband Tingkat TK se-DIY lho!

Di lokasi yang lebih dalam, ada tempat yang dinamakan Wisma Ibu. Kita tidak bisa sembarangan masuk ke sana karena penghuninya memang dilindungi privasinya. Tempat ini memang untuk merawat ibu-ibu hamil yang kondisinya tidak memungkinkan untuk melalui masa kehamilan dan melahirkan di tengah masyarakat umum. Sayap Ibu memang memiliki komitmen untuk melindungi anak sejak dalam kandungan, sehingga betul-betul menjamin keselamatan dan keamanan sang ibu.

Di sebelah utara panti, ada sebuah kantor Lembaga Perlindungan Anak yang menangani masalh hukum yang melibatkan anak-anak. Jadi kalau Anda butuh informasi mengenai advokasi atau penanganan hukum untuk anak, bisa menghubungi kantor ini.

Yayasan Sayap Ibu memiliki pengaruh besar dalam perkembangan sejarah Suara Hati karena sejak awal berdirinya hingga saat ini, Suara Hati masih bernaung di sana. Ide awal terbentuknya Suara Hati tercetus di sana, pendeklarasiannya pun dilaksanakan di sana. Bahkan orang yang menguatkan tekad menjadi sukarelawan adalah tokoh sesepuh Sayap Ibu sendiri yaitu Ibu Ciptaningsih Oetaryo atau biasa dipanggil Eyang Taryo.

Saat ini Suara Hati memang tidak lagi eksis menjalankan program di sana. Tetapi sebagian anggotanya masih sering berkunjung ke sana. Hari-hari tertentu kami juga secara khusus datang ke sana untuk sekedar merayakan ulang tahun adik-adik atau kerja bakti membantu pegawai di sana membersihkan panti.

Datanglah ke sana di waktu senggang Anda, siapa tahu selain bertemu adik-adik yang manis juga bisa bertemu dengan Suara Hati.

About admin

founder of Suara Hati
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

12 Responses to Yayasan Sayap Ibu Jogja

  1. Thuy Gasperi says:

    Thank you for your fantastic post and intriguing responses. I discovered this article when surfing for many tune lyrics. Many thanks for sharing this article.

  2. Considerably, the article is the truth is the greatest on this deserving matter. I concur using your conclusions and can eagerly look forward towards your potential updates. Declaring many thanks isn’t going to just be suitable, to the fantastic clarity within your writing. I’ll quickly seize your rss feed to remain abreast of any updates. Pleasant operate and a lot accomplishment as part of your home business dealings!

  3. click says:

    An insightful blog post there mate . Thank you for it !

  4. Saya berminat untuk bergabung dengan kelompok atau yayasan yang perduli dengan Anak atau bayi terlantar, kami menikah tahun 1998 dikaruniai putri 12 Oktober 2003 tetapi meninggal tanggal 30 Oktober 2003 karena kelainan jantung dan kami percaya anak kami Angela Gracedea Arintoko sudah bahagia di surga. Sampai saat ini kami belum dikaruniai anak lagi, usia saya 42th dan istri 41th asal Jogjakarta domisili di Surabaya, saya dan istri memiliki usaha forwarding di Surabaya, saat ini saya dan istri berniat untuk mengadopsi anak atau bayi.
    Mohon informasi apa yang harus saya persiapkan dan harus memulai dari mana untuk bisa bergabung.
    Terimakasih,

    Thomas & istri.

  5. Multatuli juga mungkin yakin bahwa tulisannya akan dibaca oleh generasi setelahnya, namun ia tak akan pernah menduga bahwa hingga saat ini ribuan kilometer dari tanah kelahirannya di wilayah di mana ia pernah menjabat sebagai asisten residen sekelompok anak-anak desa dengan tekun masih membaca karyanya, memaknainya, dan memperingati terbitnya Max Havelaar dengan caranya yang sederhana.

  6. Dokar Balap says:

    Hello it’s me, I am also visiting this web site on a regular basis, this website is truly nice and the viewers are really sharing good thoughts.

  7. Amalia Rahayu says:

    Bagaimana cara utk bergabung dg yayasan ini?

  8. MARIA VERONICA DENY VERA says:

    saya menikah sdh 5th tapi smp sekarang kami belum dikaruniai seorang anak, dan kami ingin mengadopsi seorang baby.
    bagaimana caranya agar kami dpt mengadopsi seorang baby?
    trimaksh

    • lia hakso says:

      Silahkan datang ke Sayap Ibu, kemudian berkonsultasi di sana.memang ada beberapa tahap yang harus Ibu lalui dan sebaiknya kalau memang mengadopsi anak di sana sebaiknya berkoordinasi dengan pihak yayasan.

  9. Sahid Kisworo says:

    Yayasan Sayap Ibu Jogja punya No. Rekening Bank nggak Bu?
    Siapa tau ada donatur yg gak sempat hadir bisa menyumbang lewat transfer..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>